Aku dan Resahku
Pagi dan hujan
Menyapa bangunku
Menyapa bangunku
dadaku, fikiranku
tenang, tenang yang tak aku rasa
resah, resah yang aku rasa
Kopi dan lampu biru
menyaksikan kebodohanku
saat akal dan logika tak dapat bertemu
saat permasalahanmu menjadi permasalahanku
aku juga punya masalah!
namun, yang lebih bermasalah adalah permasalahanmu
senang, senang masih tak aku rasa
susah, susah yang kian terasa
Mundar mandir aku ke kamar
Namun, lebih kerap aku ke layar
meneliti, menganalisis satu persatu permasalahanmu
jadual, peta dan rangka yang aku lakar
masih tak aku temukan kesimpulan
sehingga permasalahanmu dan masalah aku menjadi satu
bebanmu kini bebanku
dan bebanku adalah resahku
dan resahku adalah aku
yang dikejar waktu
Comments
Post a Comment